Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Rizal Ashwam


Rizal Ashwam spent his childhood living in numerous cities nationally and internationally including the historically renowned Mesopotamian City of Baghdad, Iraq, where he had enjoyed three years of middle school education among various international students, to become a part of one fascinating journey having a military as well as a diplomat father. The contemplation to serve in the military world was the reason why he had decided to alter his further learning institution from Perth Institute Business and Technology, Australlia, ensued to be enrolled into The Norwich University, also called as The Military College of Vermont, USA, in the company of the other 15 recipient of the Indonesian Army undergraduate program scholarship.

Further to completing his Economics studies along with a minor in Management degree earning the Cum Laude honor, he was trained to be a military officer in the 7 months long basic officer course of The Primary Military Career Officer School later graduated as an Infantry 2^nd^ Lt in 2001. His military career has been passing through several appointments entrusted. He commenced by earning the title of a Platoon Leader, commanding several different platoon units of the 502^nd^ Airborne Infantry Battalion, during when he had taken part, for a full year period, in a National Security Safekeeping Military Operation against the Aceh Freedom Movement.

Afterward, promoted to become the Military Intelligence Staff Officer in the same unit. It was within the period, in 2007, he earned the privilege to wear another advance rank of Captain. It has been six months, serving as a peacekeeper in South Lebanon, deploying with the company of the 200 Indonesian Special Forces personnel to organize and secure the UNIFIL headquarters, seating as the Force Headquarter Support Unit Camp Quarter Master. He enjoys reading and learning the world of Mass Communication and Journalism, which conceivably be one of his alternative preferred careers in the future.

Recent Articles by Rizal Ashwam


Feeling Alive at UNIFIL Coffee Club.
A coffee would simply be a very obvious drink to everyone. Drinking it would be just another kind of addictive habit which one would feel uneasy, helpless or, sometimes, one... »
Rizal Ashwam , 930 days ago

Budaya Internasional Dalam Berkomunikasi di UNIFIL (Bagian 1)
Tidak ada tugas yang sulit kata orang bijak. Selain itu, sering juga kita mendengar bahwa kesulitan hanya selalu hadir pada saat awal kita memulai sesuatu. Ini pun terbukti dalam pelaksanaan... »
Rizal Ashwam , 972 days ago

Passport Nusantara dalam upaya menciptakan perdamaian dunia
“_Konferensi kelautan ini diharapkan dapat memupuk solidaritas serta kerjasama antar negara, guna menjalin kemitraan menuju kehidupan antar negara yang semakin baik. Sesuatu hal yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kesejahteraan... »
Rizal Ashwam , 990 days ago

Menjelajah Paris di Timur Tengah
Dengan secangkir kopi dan segumpal roti, Sejenak suasana dingin ini kunikmati Baret biru kukenakan turut tinggikan hati Garis merah putih diatas lengan pun tak kalah berarti Sungguh, pagi ini luar biasa beda Tatapan mata... »
Rizal Ashwam , 1003 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago