Born in Jakarta, Indonesia, in his early thirties. Graduated from Indonesia’s Police Academy in 1998, holding a degree in criminology at the University of Indonesia in 2003, concluded his education at Indonesia’s Police Science College (PTIK) in 2004. A truly photography enthusiast with various photo hunting travels accross the country. Apart from the national academical achievements, Arman has concluded a training at Centre of Excellence for Stability Police Units in Vicenza-Italy in 2007 as an officer representing INP (Indonesia’s National Police), also at International Law Enforcement Academy specializing in Money Laundering Dicipline, Bangkok-Thailand in 2008, and recently finished his post graduated from University of Indonesia for Master in Police Science Dicipline. Soon he will take assignment as a Contingent Comander of Indonesian Police Advisor in MINUSTAH, Haiti.
With strong investigator’s background, currently Arman is undertaking a scholarship in Master of Police Science at the Unversity of Indonesia. He’s counting the days as a stand-by-force professional for peacekeeping mission deployment. Arman will further share more stories on Police’s role in peace operations.
Recent Articles by Arman Pasaribu
Reuni Kontingen Indonesia di Pantai Kaliko Haiti
Kami melepaskan lelah di tempat tersebut sambil memesan makan siang buffet all you can eat, harganya agak mahal untuk sebuah resort all inclusive day, mereka mematok harga US$30.00 yang hanya mendapat makan siang dan memakai fasilitas resor. Kemudian acara dilanjutkan rapat. Dalam rapat tersebut, kami saling sharing dengan rekan-rekan, apa yang kita alami, kemudian hambatan-hambatan apa yang di alami dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, intinya ngeluarin unek-unek yang ada selama hidup di Haiti. Mulai ada yang cerita tentang rekan kerjanya si kampret dari Negara lain yang kelakuannya minus, suka menang sendiri, suka cari masalah, selalu ngeluh, dan lain-lain. Waduh cukup rumit dan complicated sih kalo ditelaah.
Arman Pasaribu , 95 days ago
Kami Perdengarkan Indonesia Raya di Hari Itu (Indonesian Medal Parade in Haiti)
Pada tanggal 06 Juni 2011 pagi, kami yang dibebastugaskan karena acara tersebut hari itu melakukan cek dan ricek terakhir. Sebagai Komandan Kontingen saya melaksanakan pengecekan terakhir kepada pihak protocol MINUSTAH untuk mengetahui VIP List yang hadir pada hari itu. Kemudian sebagaimana sudah tradisi di acara Medal Parade, saya juga sudah mempersiapkan pidato yang diberikan pada kesempatan pertama. Masalahnya sekarang Prosesi ini harus memakan waktu sesingkat-singkatnya dengan acara yang sepadat-padatnya. Acara dimulai jam 05.00 sore dan dipimpin langsung oleh Deputy Special Reprentative of Secretary General Mr. Nigel Fisher (Canada). Kemudian dihadiri oleh Police Commissioner Mr. Marc Tardif (Canada), Acting Force Commander Major General Ferdinand De Los Santos ( Argentina) dan jajaran Pimpinan Misi MINUSTAH.
Arman Pasaribu , 228 days ago
Detik-detik Pemilu Presiden Haiti: Antara Mantan Penyanyi dan First Lady
Majalah Times berpendapat bahwa “suara hari Minggu adalah sebagai test dan kesempatan. Pemilu yang sah bisa membantu negara bergerak keluar dari kesulitan saat ini di bawah” Pemerintah Haiti., menurut editorial, akan perlu rencana konkret untuk donor internasional yang sudah menyediakan miliaran dolar untuk membawa Haiti melalui krisis saat ini. Rencana seperti itu harus fokus tidak hanya pada membangun kembali investasi asing yang hancur di Haiti, tetapi juga mendorong revitalisai kelembagaan dan infrastruktur sosial, Presiden Conseil Ellection Provisoire (CEP) Gaillot Dorsainvil dikutip di media lokal kemarin mengatakan bahwa _“menghormati hukum pemilu adalah jaminan terbaik dari keberhasilan pemilu” dan CEP “telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk meningkatkan proses keamanan”.
Arman Pasaribu , 319 days ago
Di New York Aku Melepas Rindu: Surat dari Port au Prince
Malam itu mati lampu seperti biasanya, generator di rumah kontrakan yang deru mesin-nya itu cukup memekakan telinga, terpaksa dihidupkan, demi kelangsungan hidup si lampu-lampu di rumah kontrakan di jalan Tabare 41, dekat Delta Camp (yang notabene masih wilayah di ibukota) ini. Setiap hari di sini selalu mati lampu, Negara ini tidak mampu lagi menyediakan listrik secara 24 jam dengan penuh setiap harinya. Generator Diesel ini juga membantu semua aktivitas Indonesian Peacekeepers termasuk juga saya, yang hendak berbicara empat mata dengan istri tersayang agar memungkinkan si laptop ini menghidupkan tekhnologi video call: Skype.
Arman Pasaribu , 350 days ago
Babat Alas ala Haiti
Kami bertujuh mendarat dengan pesawat American Airlines dan membawa pesan dari pemerintah Indonesia untuk melaksanakan tugas di Haiti. Kemudian 2 (dua) bulan kemudian disusul oleh 3 (tiga) orang lagi dari polri karena masalah Visa yang tidak bisa bersama-sama dikeluarkan dari Kedutaan Amerika di Jakarta. Kisah kami yang baru datang dari Indonesia menapakkan kaki di Haiti, Kepulauan Karibia berlanjut. saat ini kami sudah memasuki setelah memasuki bulan ke-6 di Tanah Presiden Preval ini. Dua minggu pertama teman-teman mulai menanyakan…Ada jualan soto enggak yah disini kalau pagi-pagi? Nah mulai deh homesick satu-satu.
Arman Pasaribu , 379 days ago
Caribian Island..Here We Come..
Kering seketika tenggorokanku malam itu, ketika mengangkat telepon rumah dan mendengar seorang berbahasa Inggris yang mengaku dari UNDPKO NY HQ mencari seorang bernama Pasaribu…..”yes I’m speaking…” kataku. Saat itulah...
»
Arman Pasaribu , 547 days ago
Penghargaan kepada Kontingen Garuda Police Adviser dan FPU I UNMIS - UNAMID
Pagi tadi, Kamis 22 Oktober 2009, bertempat di Lapangan Bhayangkara depan Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, pukul 08.00WIB, berlangsung sebuah upacara yang tidak biasa. Kelompok Pasukan berseragam coklat padang pasir, dengan...
»
Arman Pasaribu , 835 days ago
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago