Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Dody Muhtar Taufik


Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military Liaison in 2008. His military career began when as Second Liutenant at the 2nd Cavalry Battalion in Ambarawa, later became a Platton Leader, Staff Company leader. Further to his advancement, promoted to Captain and assumed a post at the District Millitary Command/KODIM Semarang/ BS as Chief of Intelligence staff. With rounds of extensive experiences, later promoted to Major, holding a post at the Armour Academy iitially as Millitary Instructor which further undertaking new task as Chief of Administration. With regards to his active participation in military operations, Major Dody Muhtar Taufik has been involved in several in-country missions, his international assignment began in 2007 in Malaysia and later landed him an opportunity to join the United Nations Hybrid Mission in Darfur, Sudan since 2008. A travel enthusiast as well as a proficient soccer player, Major Dody Muhtar Taufik also love reading and writing as more stories during assignment will be shared from the Darfur region.

Recent Articles by Luigi Pralangga


Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Manuver Karir: Mencari cahaya ujung terowongan itu
“Khan udah tau sendiri kalau gue tuh dedikasi ama tugas.. sambil nunggu jadwal jatuh tempo cuti gue.. untuk ngacir keluar dari daerah mission..” Sebenernya tidak ada yang salah dengan dedikasi pada pekerjaan atau kedinasan, namun demikian ditengah etos kerja ‘tunnel vision’ yang memang seharusnya dimiliki seseorang, ia juga perlu memikirikan perihal ‘searching the light for the end of the tunnel’ sedemikian rupa agar perjalanan-nya mencari jalan keluar dari si terowongan (Baca: Manuver karir) ini tidaklah memakan waktu selama-lamanya yang acapkali mempengaruhi tingkat antusias dan produktivitas seseorang.
Luigi Pralangga , 50 days ago

Kisah staff lokal dan kekayaan sumberdaya Iraq
Mengapa demikian?. Situasi dan stabilitas keamanan di negeri 1001 malam ini, kita semua sudah fahami benar bahwa yang namanya ledakan ini dan itu, serangan atas konvoi, dan segala macam bentuk kekerasan bersenjata mewarnai keseharian mereka sehingga seorang staff harus mengantisipasi proses pemeriksaan keamanan (Security Checks) pada 2-3 pos penjagaan akan memakan 2 jam lebih, baik itu untuk berangkat dan kembali pulang. Berjalan kaki, atau dengan kendaraan apalagi – harus melalui prosedur baku, yaitu berhenti, matikan mesin, buka kap mesin, untuk diperiksa bagian kolong kendraan hingga bagian mesin, belum lagi kalau si ‘bleki’ harus ikut-ikutan mencium kendaraan itu, sampai pada satu fakta anekdot yang lazim diperbincangkan oleh para staff lokal kita yaitu: “Pak, sampai si anjing penjaga itu sudah kenal sama tampang kita masing-masing!“
Luigi Pralangga , 93 days ago

Selamat hari (Ulang Tahun) PBB untukmu semua
Tidak ada THR (Baca: Tunjangan Hari Raya/Besar) semisalnya ataupun bonus berupa kompensasi komersial yang diberikan kepada para staff PBB, kecuali tepok di pundak dan tepuk tangan admirasi dari semua jerih payah dan dedikasi kita, baik di tingkat markas besar hingga terus ke para kolega yang bertugas di lapangan medan pasca-konflik. Yang membuat kita semua terus bisa mempunyai semangat juang dan ambisi untuk melakukan yang terbaik selama ini dan kedepan adalah sebuah kepuasan tersendiri karena telah berhasil menjadi bagian cerita sukses menciptakan perdamaian, membantu sesama dan melindungi perdamaian dan menjadikan dunia ini lebih baik untuk kita semua. Itu saja.
Luigi Pralangga , 100 days ago

Balada si Mister Kondom dan cadangan permen karet itu
Tidak sedikit si Ondel-ondel ini melihat rawut wajah kolega sekantor yang mulutnya terbuka lebar takjub karena melihat mas-mas berwarna kulit legam, yaitu orang Liberia (staff juga tahu-nya – naun dari divisi lain) datang masuk kedalam kantor kita dimana kepalanya berhiaskan balon-balon warna transparan dan pada sekujur baju yang dikenakannya menempel rentetan seperti kemasan shampoo paket sachet panjang menjuntai, persis seperti juragan warung yang usai berbelanja suplai dagangan warung itu. Norak bener, memang!. Namun pertanyaannya: Siapakah orang ini gerangan? dan kenapa orang aneh semacam ini bisa masuk kantor – sekiranya ia adalah pedagang asongan (sales produk), pada kemana itu petugas Security personnel di depan gerbang kantor yang membiarkannya bisa masuk kedalam langsung meracau.
Luigi Pralangga , 128 days ago

Gaji Expat Pengeluaran ala Ikan Sepat
Namun, perihal apakah kompensasi finansial itu menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk memilih karir pada bidang ini berpulang pada orientasi individu dan value reference pribadi masing-masing. Terlepas dari itu, memang harus diakui bahwa bagi badan-badan internasional baik itu swasta komersial dan organisasi nirlaba, bagi para staffnya yang bertugas ditempatkan di medan penugasan hazardous/highly dangerous assignment, tunjangan kebahayaan (Hazard Allowances) acapkali menyaingi atau melebihi gaji pokok sekalipun. Jadi bisa terbayang berapa besaran yang diperoleh seseorang dengan bidang profesi spesialis daerah konflik?. :p
Luigi Pralangga , 139 days ago

Suami Trainee dalam Episode "Main Rumah-rumahan ala Kuwait"
Seperti kita semua fahami bahwa memang sudah dari sono-nya bahwa, riwayat hidup manusia acapkali akan selalu diwarnai oleh tantangan dan jalan yang berliku dibalik semua kemudahan yang terbentang luas kepada sang hamba. Si Ondel-ondel ini, meski genap 9 bulan lebih hidup bersama kembali, tentunya ada beberapa ‘chapter’ dalam kamus “Kehidupan berumah Tangga” yang kini ia mesti pelajari benar dan baik. salah satunya akan bagaimana melatih kesabaran dalam menghadapi anak-anak dengan tingkat kerewelan yang fluktuatif dan unik-nya merajut kembali hubungan antara pasangan suami-istri yang selama masa penugasan silam, judul yang tertera jelas terbaca dari jauh pada jidat selama ini, yaitu: “Suami Musiman” – kini sudah bergeser menjadi “Suami Trainee”.
Luigi Pralangga , 142 days ago

Perjalanan Berat dan Panjang si-Naskah Ujian itu..
Silahkan bayangkan dan posisikan kedua kakimu disana, mendorong kendaraan yang selip dan mandeg (Baca: terjebak suslit dikeluarkan) ditengah kubangan itu. Sungguh luar biasa pengorbanan mereka semua. Tidak sedikit dari mereka yang ikut terpelset dan nyebur masuk kubangan saat berusaha mengeluarkan kendaraan dari terjebak lumpur. Yang penting kantong hasil ujian itu aman duduk diatas kendaraan dan tidak ikut basah. Pengalaman saya pribadi melintas off-road dengan kendaraan operasional yang lebih baik, tetap saja pinggang ini serasa mau patah melalui jalan di pedalaman Liberia yang sama sekali kondisinya memprihatinkan dan membahayakan.
Luigi Pralangga , 200 days ago

Cumi Asin itu (akhirnya berhasil) mengusir si tetangga runyam
Melihat kita ada 5 orang dirumah, maka jelas dia kalah suara dan si Mamang Rungsington ini sudah faham benar bahwa weekend adalah program rutin kunjungan teman-teman, jadi urunglah dia berkomentar ngaco meski hidungnya terlihat naik turun persis kayak hidung marmut. Dalam kurang dari 10 menit, ia bergegas keluar rumah sambil berkata; “You guys enjoy your party, ok… I am going out…” Ya seperti dikatakan diatas: “Bleki menggonggong, khafilah tetep lanjut dengan kendurian – santap malam dengan tumis cumi asin dan sederet masakan khas nusantara lainnya. Tidak ada rawut tanpa senyum lebar, apalagi sesudah jamuan santap malam berlangsung…
Luigi Pralangga , 234 days ago

Ramadhan di Amman - Kue Susu Keju campur debu ala Habiba
Amman, ibukota Jordan – bagi mereka yang menyempatkan tinggal disana lebih dari seminggu dan berkesempatan untuk keliling-keliling seperti saya tempo hari, pasti akan setuju bahwa; Amman adalah kota yang... »
Luigi Pralangga , 255 days ago

Pepatah jawa itu juga berlaku disini..
Manusia itu memang memiliki karakteristik yang sangat unik. Sesorang disana dan bisa jadi adalah sahabat yang kita kenal lama, adalahorang yang tabiatnya santun dan sangat sederhana. Tidak jauh darinya, misalnya... »
Luigi Pralangga , 288 days ago

Terpanggil citarasa kebab Erbil
Benar apa yang dikatakan sebagian besar rekans diatas, bahwa Erbil memang beda sekali dengan Baghdad, apalagi saat menikmati citarasa kuliner setempat yaitu kebab dengan roti gepeng khas Kurdistan. Si roti itu tipis renyah dan lembut sekali, apalagi saat hangat disantap, wah.. susah deh menggambarkan dengan kata-kata yang pas. Yang jelas sesi makan siang di restaurant Farouk ini si Ondel-ondel ini menghabiskan lebih dari 4 lembar roti gepeng ini. Meski tampangnya macam permukaan bulan begitu – tapi saat hangat tersaji dan menggulung daging kebab tadi langsung: “Hap!” masuk mulut, rasanya tidak ada bandingannya dengan masakan perusahaan kontraktor dapur didalam camp itu… biar dikata mereka masak sirloin steak juga, saya mah nggak mau ditukar.
Luigi Pralangga , 352 days ago

Mencari sebuah penutup
Istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah: “A closure”, atau sering kali saat kita membaca sebuah novel atau saat menonton sebuah sajian drama babak penutup adalah hal yang dinantikan. Begitu pula bagi... »
Luigi Pralangga , 358 days ago

Bandara penuh kenangan bagi peacekeepers
Air conditioning yang ala kadarnya tidak cukup untuk menetralisir aroma bau kelek porter dan penumpang seliweran di dalam terminal itu. Cukup mabok lah! Belum lagi si baggage carts yang tidak semuanya dapat meluncur mulus akibat roda-rodanya ada yang macet dan tidak bisa berputar, membuat penumpang dengan bagasi koper besar itu persis seperti mendorong pantat gajah yang tidak mau bergerak. Nikmatlah!.
Luigi Pralangga , 482 days ago

Indahnya pesiar di Jordan: Lumpur laut mati & Pelesir ke Petra
Bagi yang seneng melumuri wajahnya dengan masker kecantikan di salon Day Spa, maka lumpur laut mati itu adalah yang terbaik. Gratis dan mau menemploki wajah dengan lumpur sebanyak mungkin bebas dan memang benar khasiatnya, lepas ia dibiarkan kering di kulit wajah dan setelah lama baru dibasuh, si kulit wajah sampai ke kaki – ah semuanya deh, jadi halus mulus sekali.
Luigi Pralangga , 507 days ago

Pelatihan wajib masuk Iraq: SAIT Training
Saat konvoy memasuki koordinat Zulu-Papa, tiba – tiba konvoy kendaraan mendapat serangan bom yang dipasang di sisi jalan rute konvoy (Roadside Bomb), dimana kendaraan kedua menerima guncangan terkuat dari serangan bom tersebut dan hamper keluar jalur. ”Emergency.. emergency.. !, Alpha Tango this is Charlie Mike-Zero-Five, we’have been attacked by roadside bomb at coordinates Zulu-Papa.. all vehicle commander report to Mike Zero-Five on Damage Status, over”.. Crrk!..
Luigi Pralangga , 513 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Agus Mewal Agus Mewal is nothing new to the United Nations System and in Humanitarian Relief Mission. Born in 18 August 1970, concluded his study in linguistics in 1990 at STIBA-LPI and UUS in 1994 further chose his career in Air Operations...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago