Born within the golden triangle regency area of Cilacap, Kebupaten Muzungu, and Banyumas on 26 September 1982, Tohir banked a Diploma in aviation management has landed him a career, initially during the first 3 years as Customer Service Officer at PT. PELITA AIR SERVICES, based in Surabaya, East Java – Indonesia. With dedication and client service oriented, he jumped further which later granted him a post as Group General Manager of same company based in the former East Timor (Timor Leste) for another 3 years of tenure. Armed with the extensive hands-on experiences, DHL Express later on offered him a post as Country Manager for Timor Leste operations. Having been exposed to various international organization as clientèle, the motivation to serve under noble cuase has then became the consideration for him to quit the corporate ladder and joined the bandwagon with the United Nations that further assigned him to assume a post as Movement Control Assistant at the United nations – Entebbe Support Base since 15 August 2008 to present, the logistics base that supports 4 (four) major UN peacekeeping operations, namely, MONUC – D.R. Congo UNMIS – Sudan, UNAMID – Darfur, MINURCAT – Chad, and UNSOA – Somalia.
Apart from professional capabilities, Tohir is known for his proficiency in culinary expertise, fond of Tempe-based gourmet, from tempe mendoan to _tempe bosok _ as his home-grown typical dishes. Traveling, and reading are one among many hobbies of which become his great interest during free time while on mission assignment. Tohir will further share his stories during his days of assignment from Kinshasa, D.R. Congo and all across East African places of which he’s roaming from.
Recent Articles by Tohir Riadi
Balada perjalanan pelesir dari DR Congo ke Vietnam itu
Mungkin sebel kali yah..koq bisa nih orang bisa langsuung ngacir tanpa dicek..inilah salah satu kesaktian UN ID! Heheheh.. :). Dari arrival aku langsung naik ke lantai satu di departure area..pas di counter check in..berhubung frequent flyerku udah di level tertentu.. aku punya privilege untuk bisa check in di counter check in business and first class.. meski naiknya economi ..alhamdulillah nggak perlu antri lagi..nah disitu aku ketemu ama Bang Taufik Darleem, salah satu MILOBS yang bertugas di area timur DR Congo..yang kebetulan memang satu peswat nantinya sampai Dubai karena beliau terbang lanjutan ke Jakarta..sementara aku ke KL.
Tohir Riadi , 428 days ago
Wisata Kuliner di Entebbe? - Siapa takut!?
Disini yang bikin aku geli dan tertarik..adalah di papan nama mereka di depan.. tertulis: “Interseting Films” (entah apa maksudnya harus dipajang dipapan nama pinggir jalan itu). Secara penasaran, maka ditanya deh maksudnya apa nih: “Interesting Film” itu… ternyata pemutaran film-film “biasa” aja, kok!.. seperti halnya mereka puter film persis kaya jaman masih aku kecil dulu..yaitu: *Layar Tancap*… jadi makan santap malan diteras luar sambil nonton layar tancap, seru khan?
Tohir Riadi , 546 days ago
Nyok kita nonton bioskop (di Uganda)
Cineplex di Kampala, memulai jam tayangnya dari pukul 12.30 dan jam penayangan terakhir 21.30…kadang kadang midnite show pun mereka puter.. untuk film2 papan atas (Box Office) dan tuntutan pasar membludak.. apalagi pas weekend.. pasti deh jam tayang midnite show dibuka…langsung deh jadi antriannya rame dengan pasangan yang sedang kencan – biasalah.. persis seperti di tempat tanah air aja..
Tohir Riadi , 548 days ago
Beda banget [Rasanya]: Bekerja di Kongo
Bener bener deh kalau lagi bête habis..apalagi menghadapi lingkungan kerja yang tidak begitu mendukung, dan karakter staff lokal, yang notabene etos kerja sontoloyo stadium akut ini.. bener-bener bikin pusing dan membuat aku uring-uringan dan rasanya pengen aku putus kontrak kerja ini aja deh, dan beralih profesi hehhehe.. cari kerja yang lain!. Namun demikian, inilah faktanya kehidupan pada misi peacekeeping… suka atau tidak, tantangannya seperti ini. mungkin teman-teman di tanah air juga mengalami tekanan dalam bekerja, akupun teringat saat dulu bekerja di tanah air.. tapi rasanya beda. Disini lebih berat, ibarat minum kopi.. pahit memang, namun..disini gambarannya meminum kopi itu tanpa diseduh dulu, jadi langsunglah bubuk kopi itu disuapkan kedalam mulut dan di-”ganyem“ (Baca; Dikunyah) deh – kebayangkan pahitnya dan yakin kedua mata itu pasti jadi juling dan merem-melek dibuatnya. Itulah perasaanku saat stress bekerja disini.
Tohir Riadi , 586 days ago
Surga yang [terpaksa] kutinggalkan itu
Semenjak kepindahan dari tanah surga-ku di Entebbe (Uganda) – *Kinshasa, ternyata memang bener2 berbeda*….dan kehidupanku banyak berubah disini…meski ada banyak orang bilang kalau Kinshasa adalah New York-nya Afrika_…but eits..mohon jangan langsung terbayang glamour dan modernya kota ini..tetapi yang sama New Yorknya..cuman dari segi segi negatifnya aja….kriminalitas tingkat tinggi…*biaya kehidupan disini mahalnya minta ampun*… (mungkin sudah ada rekan – rekan kita yang udah secara gamblang menceritakan mengenai kota Kinshasa)…bukan berarti aku anggap seperti surga dan neraka yah peng-analogian Entebbe dan Kinshasa, karena setidaknya….pasti ada lah meski sedikit …sisi positif dan hal hal lain yang kuanggap cukup bisa di nikmati disini… _In life, we always have choices, the same here for me…either to enjoy working and staying here in Kinshasa or not to…so I would prefer to enjoy….no need to add more sacrifices, it is already enough with the stress at work !!!…
Tohir Riadi , 591 days ago
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago