Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 0 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 612 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Berbincang Jalan Episode #12 AstroTV >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Satu hal yang gua salut banget dengan para penonton yang hadir, yang umunya duduk di barisan dekat panggung adalah kalangan berada di Monrovia, anak2 teenager orang kaya disini, artis2 lokal dan kalangan begaul sejati.
Liberia, sebuah negara kecil di kawasan afrika barat, yang berpenduduk kurang lebih 3,3 juta jiwa, diwilayah hampir setara atau lebih kecil dengan luas propinsi Jawa Barat, yang selama 14 tahun terakhir ini tak henti-hentinya mengalami kehancuran multi-dimensi akibat konflik internal bersenjata, baru saja bangkit dari mimpi buruk — dengan dukungan dunia internasional melalui misi pemulihan perdamaian PBB yang sedianya digelar pada Oktober 2003 lalu, kini sudah pulih. Sejak 16 Januari 2006 lalu, Liberia kini mencatatkan sejarahnya melalui pengangkatan presiden wanita pertama dalam sejarah demokrasi afrika, yaitu Ellen Johnson Sirleaf, mengawali babak baru langkah pembangunan kembali negeri permata afrika barat.
Antara Liberia dan Indonesia, terdapat sebuah persamaan, yaitu dalam perjalanan masing-masing bangsa yang berliku dalam upayanya menghasilkan profil tokoh pemimpin. Pemimpin atau juga wakil rakyat yang mampu mewakili kepentingan khalyak ramai dan membawa kebangaan tersendiri. Salah satu diantaranya adalah wakil dalam kontes ratu kecantikan, dimana perihal ini mulai mendapatkan perhatian besar oleh masyarakat masing-masing.
Pasti masih teringat jelas diingatan kita masing-masing perihal pemilihan putri Indonesia dan kontes Miss Universe, dimana khalayak umum di negeri tercinta kita masih kemudian dibuat kurang puas dengan kinerja/performance sang duta kecantikan kita tahun ini, Nadine Chandrawinata saat wawancara itu.
Ya semua orang pasti berharap banyak dari sang utusan yang mewakili khalayak lebih dari 200 juta penduduk Indonesia ini di kancah internasional seperti miss universe ini.
Kontes ratu kecantikan serupa pun, di Liberia sudah mulai mendapatkan perhatian besar oleh khalayak umum, terutama bagi penduduk Monrovia, ibukota Liberia dimana 30% lebih populasi tumplek tumpah-ruah disini.
Bagi negeri yang baru saja pulih dari konflik internal berkepanjangan ini — pemilihan kontes ratu kecantikan sudah kembali diselenggarakan sejak tahun 2005, dan mendapatkan banyak sambutan positif, selain itu adalah sebuah ajang hiburan bagi rakyat Liberia.
Seminggu sebelum malam pemilihan digelar, para kontestan pun ramai terlihat dimuka public melalui arak-arakan diatas platform kendaraan yang berkendara keliling kota, menyapa seluruh penduduk Monrovia, selain dari mengikuti beberapa program seleksi lainnya.
Tanggal 15 Juli 2006 adalah malam babak penyisihan Miss Liberia 2006, yang bertemakan: Reconciliation, Reunification and Peace. Acara perhelatan akbar di Liberia ini juga didukung oleh UNMIL (United Nations Mission in Liberia), yaitu misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia, dimana perlengkapan panggung dan dukungan musisi juga disponsori oleh UNMIL, dan bersama sponsor korporat lainya, terselenggaralah acara tersebut.
Panitia penyelenggara Pemilihan Miss Liberia 2006, Today’s Women Incorporated, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti Miss Liberia Contest dapat mendukung upaya melestarikan perdamaian yang menitikberatkan pada pemberdayaan generasi muda Liberia, dengan mendidik kalangan wanita- sekaligus juga mendidik bangsa. Pagelaran kontes kecantikan ini juga dalam upayanya memperkenalkan budaya, intelegensia, unjuk-rupa (talent), humanity dan kapabilitas kaum wanita Liberia yang sekaligus dapat memberikan kontribusi positif terhadap usaha reunifikasi, rekonsiliasi dan peace-building di Liberia.
Pada pemilihan kali ini, kontes kecantikan Miss Liberia 2006 diikuti oleh 9 kontestan, yang berasal dari 9 county region dari 15 total jumlah county (propinsi) yang berada di Liberia, mereka adalah:
Nama:
Ms. Korlu Turay, 21 tahun, Berat 120 pon, 5,9 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah:
African Methodist Episcopal University – Junior Class – Manajement of Public Administration
Nama:
Ms. Johnette Foyah, 21 thn, Berat 110 pon, 5,9 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah:
African Methodist Episcopal University – Junior Class – Accounting
Nama : Ms. Patrice Juah, 21 thn, Berat 110 pon, 5,9 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah: African Methodist Episcopal University – Sophomore –
Mass Comms – Political Science
Nama : Ms. Janet Sando, 23 thn, Berat 110 pon, 5,8 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah: University of Liberia – Sophomore –
Public Admin – Sosiology
Nama : Ms. Victoria Cole, 23 thn, Berat 120 pon, 5,7 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah: University of Liberia – Senior – Biology – Chemistry
Nama : Ms. Amina Wesley, 21 thn, Berat 110 pon, 5,8 inchi (tinggi badan)
Nama Sekolah: Cuttington University College – Sophomore –
PubliC Administration – Economics
Nama : Ms.Christine Reeves, 20 thn, Berat 110 pon, 5,7 inchi
Nama Sekolah: ECOWAS Computer Training Institute
Computer Science
Nama : Ms.Lethia Waleh, 20 thn, Berat 135 pon, 5,9 inchi
Nama Sekolah: African Methodist Episcopal University – Senior
Public Management
Nama : Ms. Bendu Ciapha, 20 thn, Berat 130 pon, 5,9 inchi
Nama Sekolah: University of Liberia – Freshman
Public Management
Uniknya, acara malam final pemilihan Miss Liberia 2006 ini dimulai tepat tengah malam — terus berakhir hingga jam 6 pagi, dan hal serupa juga berlangsungtahun sebelumnya. Sungguh jadwal acara yang cukup aneh buat saya, sebab memang banyak terlihat tamu yang tidur terlelap dibangkunya masing-masing. (Gelo! — bayangin aja, gua udah nangkring dari jam 10 malem — terus lanjut ampe jam 6 pagi —dimana 5 jam sendiri gua berdiridan ngejar2 tuh ratu-ratu buat di jepret pose2nya – pegeel,man!)
Perhelatan serupa di tanah air biasanya dimulai pukul 7 PM hingga lewat tengah malam sedikit, namun demikian para penonton yang hadir disana nampak dengan antusias menanti dan mendukung para kontestan yang mewakili daerah geografis countynyamasing- masing. Boleh dikatakan, malam final pemilihan Miss Liberia 2006 ini adalah acara paling bergengsi dimana para pejabat pemerintah setempat, para pengusaha local, tamu-tamu diplomatic dan beberapa perwakilan dari UNMIL.
Jadwal acara dimulai dengan sambutan, ini-itu lalu suguhan taritarian khas Liberia, dimana pada umumnya tarian khas negeri ini banyak menyguhkan goyang bokong dan getaran dada para penari wanitanya :) yang diriringi oleh gemertak alunan gendang dan akustik khas afrika dari buah terong yang kering berisikan pasir. (Kecrek-kecrek gitu deh!) Warna musik pop Liberia, harus saya akui bahwa mereka lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan musik R & B serta Hiphop di Amerika, dari gaya berpakaian sang musisi, jenis genre lagu dan gayagaya khas aksi panggung mereka benar-benar mengimitasi para artis di AS. Aksi panggung yang memikat oleh para artis negeri jiran dari Accra, Ghana juga diundang meramaikan acara. Beberapa session persembahan lagu-lagu pop khas berbahasa Fanti (Ghana) yang cukup terkenal di Liberia pun membuat banyak penonton yang ikut bernyanyi dan bersorak.
Kalau dibandingkan mutu penyelenggaraan acara ini dengan event-organizing acara setingkat pemilihan Putri Indonesia — tentunya jauh berbeda dari segi gemerlapnya pesta dan persiapan yang matang, namun dengan keternatasan disana-sini, malam penobatan itu adalah sebuah event bergengsi bagi Liberia dan telah memberikan banyak suguhan yang menghibur.
(Kalau boleh jujur — sang MC kayaknya harus di tatar dulu deh — suruh main dan magang sama anak2 muda yang mengelola perusahan EO di Jakarta — rundown scriptnya payah — mutu obrolan dengan pemirsanya kurangtajam dan kurang entertaining — selain itu : gu anggakngetri apa yang mereka omongin — segitu katanya bahasa ingris — logatnya ancuuuuur! — di telinga gua ini hanaynangkep: Waaa.waawwwaaaa.. Wha? … gitu deh!)
Satu hal yang gua salut banget dengan para penonton yang hadir, yang umunya duduk di barisan dekat panggung adalah kalangan berada di Monrovia, anak2 teenager orang kaya disini, artis2 lokal dan kalangan begaul sejati — Monrovia, adalah pengorbanan yang cukup signifikan dengan datang lengkap dengan dandanan gemerlap glamour. Inget banget saat menjelang jam 4 sore, hari itu juga, saya membeli tiket masuk malam final itu di salah satu salon rambut paling terkenal di Monrovia — dimana sang juragan salon adalah salah satu panitia penyeleggara yang menjual tiket masuk.
Disana ada 10 bangku salon yang penuh dengan anak2 teenage dan juga beberapa mbakmbak yang mungkinsudha pada kepala 3 umurnya, sibuk dilayani oleh 2 kapster yang menganyam sambut mereka dengan rambut imitasi. Ada yang berwarna ungu persis bantalan cap, dan ada yang kuning, merah serta tak ketinggalan warna favourite wanita liberia dalam menggunakan wig adalah warna merah tembaga yang mengkilap — mana tahaaan, man!. Mereka rela antri dan dijenggut-jenggut kepalanya selama berjam-jam agar si sambungan rambut imitasi nan gemerlap itu terpasang rapi dan kuat menempel dikepalanya didalam hiruk-pikuknya ruangan salon yang terasa pengap yang rasanya persis seperti masuk los pasar tanah abang!
Ada yang memilih model rambut yang di gelung berbentuk piramida melingkar dengan ujung rambutnya dibuat mekar persis seperti daun pohon palem. Model yang tak kalah sensasinya adalah keriting indah layaknya Little Missy yang diperankan oleh bintang Holywood cilik — Shirley temple itu.
Sebagai informasi aja, rata-rata wanita di Liberia, nggak muda atau setengah baya — rajin menghabiskan waktunya ke salon untuk ganti model rambut, sedikitnya 2-3 kali seminggu, dan paling rendahnya menghabiskan uang sebulan-nya antara US$ 50 — 150 untuk urusan bongkar-pasang rambut palsu.
Berikut adalah beberapa jepretan dari para selebriti Monrovia yang hadir dalam acara malam final Miss Liberia itu:
Pada akhirnya, di pneghujung acara, keputusan dewan juri memutuskan bahwa Miss Liberia 2006 jatuh pada kontestan dari Bong County, yaitu Ms. Patrice Juah. Teraiakan pada penonton dan gemuruh sorak-soraipun menggema kelseluruh penjuru ruangan di Unity Convention Center, Monrovia, dimulai sejak pengumuman pemenang juara harapan satu dan dua — bisa dibilang cukup seru layaknya nonton sepak bola disebuah stadion olehraga- bedanya hanya lebih banyak penonton wanita dan bergaun cantik dan beraroma parfum, ketimbang bau kelek dan pesing para penonton sepakbola itu.
Begitu salah seorang jurubicara dari tim dewan juri mengumumkan pemenang Miss Liberia, saya kaget banget dengan aksi para wartawan dan fotografer yang langsung loncat menaiki panggung untuk mengabadikan penganugerahan mahkota, hal inipun diikuti oleh bebereapa rekan sejawat lainya, termasuk itu para videographer, sehingga pasukan polisi anti-huru harapun akhirnya terpaksa bergabung dengan kerumunan orang diatas panggung lengkap dengan pentungan, menyabet orang-orangitu untuk segera bubar danturun dari panggung — wah heboh benar deh! — untung lensa zoom ini cukup tajam untuk mengambil gambar situasi dari kejauhan — kalau nggak bisa biru-biru kena sabet pentungan polisi itu — yangkelihatannya tanpa ba-bi-bu main swing-kekana-lalu-kekiri itu — gelo!
Kerumunan masa pun akhirnya tumpah luber ke daerah baris kursi VIP, semua dari lantai balkon — penonton kelas dua dan tiga akhrinya menyerbu masuk ke lantai panggung, berteriak-teriak menyapa dan mengelu-elukan sang Miss Liberia 2006.
Semua orang nampak larut dalam euphoria yang menggelegar seiring dengan dentuman lagu sejenis house-music ala afrika begitulah. Dari semua sudut terlihat mereka berjingkrak dengan girang berdansa dalam sebuah lingkaran. Sebuah pesta kemenangan buat kaum wanita Liberia, nampaknya.
Selain dari hadiah sebuah sedan KIA — Rio dari para sponsor dan sederet hadiah lainya, Miss Liberia 2006 ini kemudian akan berlanjut menuju tingkat seleksi internasional yaitu Miss World. Selamat berjuang Miss Liberia 2006, semoga pesan perdamaian di Liberia bisa terus berlanjut ke tingkat internasional dan membawa Liberia keluar dari sejarah yang buram.
Terlihatlah jelas bahwa, khalayak saat ini memang benar-benar haus akan sebuah kepemimpian, keteladanan yang dapat mampu membawa dan menjaga kebanggaan dan nama besar komunitas yang diwakilinya. It’s the search of leaders, a great-quality, and competent and honest/trust worthy icon that the people are longing for. Entah siapakah dari Indonesia yang akan mewakili dalam perhelatan Miss World tahun ini? Selamat berjuang bersama Miss Liberia 2006.
Dari Liberia, Afrika Barat — salam perdamaian selalu.