Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

The Voices from the field

 

Specials

Wawancara - Radio Singapore International (Berlebaran di Liberia - Tiada Ketupat dan Opor Ayam selezat di kampung)

14 November 2006, 23:36 , by Luigi Pralangga

 

Meski suasana Idul Fitri sudah lumayan lama berlalu, namun bagi kita-kita yang berada jauh dari kampung halaman masih membekas seperti baru saja
kemarin lusa. Sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan, tentunya sudahlah membekas pengalaman ramadhan bertahun-tahun lapanya dialamai saat di kampung halaman, mendengarkan suara takbir dari surau,atau masjid-masjid yang menggema keseluruh alam raya saat hari raya Idul Fitri tiba, sebuah suasana yang mampu membuat rambut kuduk ini berdiri merinding.

Bagi saya pribadi, bulan Ramadhan adalah bulan yang sarat makna dan limpahan pahala, dimana mutu/kualitas ibadah mesti senantiasa dipersungguh dan di-giat-kan, terutama ibadah lainya selain ibadah wajib, selain itu Hari Raya Idul Fitri adalah juga kesempatan bagi diri untuk bisa bertemu sanak-famili sekaligus dalam waktu bersamaan, menghantarkan salam silaturahim dan menjabat erat para kerabat yang tinggal di kota lain datang berkumpul yang belum tentu bisa bertemu sapa setahun sekali.

Namun kali ini [dan sebelumnya lebaran tahun 2004], kawan-kawan dari TNI yang bertugas sebagai Military Observer dan saya di Monrovia, karena masa tugas, mengharuskan diri berada di Liberia, dan tidak mudik kampung untuk merayakan Lebaran.

Selama bulan Ramadhan, kawan-kawan Milobs sangat berbaik hati untuk mengundang saya ke rumah mereka untuk bersantap buka puasa bersama dengan menu “combat ala carte” – apaan sih itu? Iyah combat ala carte artinya makanan siap saji khas Indonesian Peacekeepers.

Dengan bumbu ala kadarnya, semuanya terasa sedap/nikmat untuk level/standard peacekeeping mission. Segala keterbatasan bumbu dapur dan penyedap lainya dimana banyak tersedia di kampung, si masakan itu; rendang ala monrovia, tumis bayam bumbu loreng, balado telor cengek-raya (Maksudnya: sarat cabe rawit liberia), dan serba-neka hidangan santap malam berbuka puasa, sudah cukup membuat kenyang perut ini dan bahagia hati dibuatnya pada malam – malam itu.

Lebaran pun tiba, kami pergi untuk sholat Ied di Jordanian Battalion Mosque, di UNMIL Logistics Base, di bilangan Freezone.. disitulah saya merasakan kerinduan akan suasana indahnya berlebaran di kampung… sedih sekali hati ini terenyuh haru, seraya mengucap dalam hati memohon pada Alloh SWT agar kiranya pada Lebaran di tahun selanjutnya, insyallah bisa dilaksanakan bersama keluarga di kampung halaman.

Hidangan Idul Fitri pun sudah tersaji lengkap di Rumah Indonesian Peacekeepers di 18 Street, Sinkor Area – Monrovia, dimana kawan-kawan sudah sibuk mempersiapkan di saat malam takbiran. Opor Ayam, Sapi cah Cabai, Lontong jadi-jadian, kerupuk, dan dendeng goreng. Memang hidangan itu tidaklah secanggih menu-masakan yang biasanya ibu saya dan ibu mertua saya sajikan saat lebaran, namun itulah yang terbaik kita bisa lakukan bersama disini.. sembari diselingin obrolan-obrolan seputar masakan lebaran dari daerah asli asal masing-masing.

“Wah kalau di kampung saya, sudah pasti ada menu ini, itu, wess, pokoke gemah ripah long jinawi, dah!”
“Biasanya sih di rumah siap dengan satu panci besar opor ayam, sambel goreng ati, dan acar kuning.., itu sudah pasti nggak ketinggalan..”
“Ini orang-orang dirumah pasti sudah keliling ke para tetangga pada makan enak nih… “

..dan ungkapan/ekpresi serupa lainya dari kita masing-masing membicarakan dan membayangkan bagaimana indah dan nikmatnya melalui Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.

Hari Raya Idul Fitri di Liberia, tidaklah terasa ramai dirayakan dan dijalan-jalan terlihat satu atau dua kelompok orang yang berjalan dengan busana muslim khas Afrika yaitu para bapa-bapa yang memakai seperti baju daster mamak-mamak di kampung saya, dengan warna dan corak seragam sekeluarganya.. takbir pun tiada nyaris terdengar, sebab tidak banyak masjid di Monrovia, dan komunitas Muslim di Liberia sangatlah sedikit.

Esoknya, kami pun masuk kerja seperti biasa, dan menerima banyak email ucapan selamat hari raya idul Fitri dari keluarga dan kawan-kawan di tanah air. Tidak lama pun melintas seorang kawan baik saya, Om Rane Hafied, blogger dari Singapura dan berbaik hati meminta saya untuk berbagi kisah Berlebaran di negeri orang.

Terima kasih Om Rane atas kesempatan sharingnya di Radio International Singapore, edisi Lebaran, semoga cerita sharing Lebaran-nyabisa berkenan di hati para pemirsa-nya.

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago